Acara masih lama dilangsungkan, namun penonton sudah mulai berjejal masuk ke lapangan PPPG Kesenian untuk menikmati suguhan seni tradisional 'campur sari'. Agenda festival seni pertunjukan hari ini selasa 14 november sangat padat, dan terbagi di dua tempat yaitu PPPG Kesenian dan Pasar Seni Gabusan Bantul. Di PPPG Kesenian terdapat dua agenda pokok yaitu workshop tari untuk siswa sekolah dasar wilayah Bantul dan malam harinya disambung dengan pementasan campur sari oleh kelompok Progress dari Klaten. Adapun di pasar seni Gabusan terdapat agenda yang lebih banyak yaitu pementasan reyog, srandhul klaras, kethoprak ringkes dan wayang kulit. Hampir disemua agenda tersebut dipenuhi penonton, bahkan di acara campursari yang dipenuhi ratusan penonton membuat beberapa penonton emosi karena kondisi yang memang sangat penuh.
Kesenian campur sari adalah suatu kesenian di bidang musik yang merupakan perpaduan antara dua tangga nada Diatonis dan Pentatonis. Musik campur sari pada masa awalnya (tahun 1993) banyak menjadi perdebatan para seniman dan pekerja seni. Hal itu tekait dengan pakemnya yang berseberangan antara karawitan tradisional dan modern. Di sini termasuk jenis-jenis musik yang ada didalamnya ada langgam, stambul, serta keroncong asli sendiri. Namun banyak juga kalangan yang berpendapat bahwa campur sari adalah suatu kreasi dan inovasi, jadi sah-sah saja. Musik campur sari bersifat universal yang bisa menampilkan dan memadukan berbagai jenis lagu (langgam, Pop, dangdut, keroncong dll).
Pada perkembangannya musik Campur sari sudah tumbuh dan terus berkembang dengan berbagai inovasinya. Perpaduan yang harmonis akan mendatangkan estetika keindahan, keselarasan yang bermanfaat bagi manusia banyak. Seperti halnya manusia dalam bergaul, bekerja dan dalam kehidupannya tentu perlu nuansa keharmonisan antar sesama, perpaduan dan toleransi yang mana semua itu juga akan mendatangkan suatu keindahan hidup yang bermanfaat bagi sesama.
