Dikirim oleh
fansyah pada Rabu, 05 September 2007
Surabaya, Selasa (4 September 2007)-- Hari ini peserta Olimpiade Sains Nasional (OSN) ke-6 di Surabaya mengerjakan soal-soal yang disiapkan panitia. Soal itu menantang kreativitas peserta dan menggunakan pendekatan pembelajaran yang kontekstual.
Peserta OSN yang berjumlah 1.182 peserta mengikuti rangkaian lomba di beberapa tempat. Lomba bidang Matematika dan IPA tingkat SD diadakan di Hotel ShangriLa. Lomba bidang Matematika, Fisika, dan Biologi tingkat SMP diadakan di SMPN 1 Surabaya.
Peserta OSN yang berjumlah 1.182 peserta mengikuti rangkaian lomba di beberapa tempat. Lomba bidang Matematika dan IPA tingkat SD diadakan di Hotel ShangriLa. Lomba bidang Matematika, Fisika, dan Biologi tingkat SMP diadakan di SMPN 1 Surabaya.
Sementara untuk penyelanggaraan OSN tingkat SMA, bidang Matematika di SMAN 2 Surabaya, Fisika dan Biologi di SMAN 5 Surabaya, Kimia di SMAN 1 Surabaya. Adapun bidang Komputer, Astronomi, dan Ekonomi tingkat SMA diadakan di Stikom Surabaya.
Toby Moektijono, pelajar kelas 2 SMP Kolese Kanisius, Jakarta mengaku optimis mampu menyelesaikan seluruh soal bidang Matematika. Bagi dia, soal-soal yang diujikan cukup menarik dan menantang. "Ada beberapa yang butuh pemikiran. Tidak bisa dengan rumus, tapi harus diutak-atik dulu. Hari pertama saya berharap bisa benar semua," kata peraih predikat second class honour for individual performance (setara medali perak) di ajang Po Leung 11th Primary Mathematics World Contest (PMWC) yang diselenggarakan di Hongkong pada Juli 2007.
Koordinator Tim Juri SMP Bidang Matematika, A.R Asari, menyampaikan, soal-soal yang diberikan kepada peserta ujian bukan seperti soal-soal rutin yang ada di buku paket. "Soal yang diujikan menuntut siswa untuk berpikir secara kreatif dan kritis," ujar Asári. Kategori soal untuk Bidang Matematika tingkat SMP meliputi bilangan, aljabar, geometri, kombinasi dan permutasi, serta kapita selekta.
Pada bidang Biologi tingkat SMP, hari ini peserta mengerjakan tes teori sebanyak 110 soal yang terdiri atas 60 soal satu pilihan, 30 soal pilihan alternatif, dan 20 soal esai pendek. Adapun materi soal meliputi struktur, fungsi, dan keanekaragaman tumbuhan dan hewan.
Menurut Cipto Hariyanto, Koordinator Tim Juri SMP bidang Biologi, soal-soal yang diujikan menggunakan pendekatan pembelajaran secara kontekstual. "embelajaran sains saat ini menekankan pada pembelajaran yang ada di sekeliling kita. Pembelajaran tidak hanya di kelas. Anak juga diharapkan tahu gunanya mempelajari itu"ujar Cipto.
Untuk menjaga obyektivitas penilaian, menurut Cipto, juri tidak mengetahui nama peserta. "Nomor pun menggunakan nomor kode, berbeda dengan nomor peserta. Juri tidak tahu siapa dan dari mana asal peserta," kata Cipto. Bahkan, untuk mengurangi tingkat kebocoran soal, panitia menyiapkan beberapa paket soal.
Sementara untuk tingkat SMA, bidang Fisika pada hari ini mengerjakan ujian teori yang terdiri atas lima soal selama empat jam. Besok, peserta mengikuti ujian eksperimen selama empat jam untuk satu soal. Bobot soal teori 80 persen dan eksperimen 20 persen. "Soal-soal pada prinsipnya mengacu pada analitis dan komposit," kata Rachmat Widodo Adi, juri Fisika tingkat SMA.
Soal yang diujikan untuk peserta SMA bidang Fisika terkait dengan mekanika karena sudah cukup baik untuk menguji daya tangkap dan nalar siswa. "Soal untuk eksperimen menggunakan bahan praktek yang sederhana. Tidak pada ranah kognitif saja, tetapi lebih menekankan aspek psikomotorik," kata Rachmat.
Untuk mengikuti standar internasional, peserta bidang Biologi tingkat SMA pada hari ini mengerjakan empat soal praktek di laboratorium. "Kita memakai standar internasional. Tiap tahun kita melakukan pembinaan kepada para pemenang untuk mengikuti kompetisi tingkat internasional," kata Agus Dana Permana, juri yang menjadi pembina Tim Olimpiade Biologi Internasional.
Peserta OSN besok akan kembali akan berkompetisi untuk mengerjakan soal-soal yang tidak kalah menantangnya dari hari pertama. Apalagi, pada hari kedua kebanyakan lomba mengerjakan soal eksperimen. Para peserta menunggu dengan berdebar hasil OSN yang akan diumumkan pada Jumat sore (7 September 2007).***
SUMBER: MEDIACENTER DIKNAS
SUMBER: MEDIACENTER DIKNAS
