 |
 |
|
|
|
Festival Pertunjukan: MENDIKNAS: SENI KRIYA SUDAH ‘WORLD CLASS’
 Ibu Retno Sunarminingsih istri Mendiknas Bambang Sudibyo resmi membuka Pameran Seni Lukis dan Kriya di Aula Pameran kemarin sore, yang ditandai dengan pengguntingan pita usai membuka Festifal Seni Internasional (FSI) 2008.
Dikirim oleh Arif_Budiman pada Rabu, 16 Juli 2008 (3526 kali dibaca)
Festival Pertunjukan: PENUTUPAN FESTIVAL SENI PERTUNJUKAN INTERNASIONAL 2006
Dr. Sumarna Sura Pranata dari Depdiknas mewakili menteri pendidikan nasional Dr. Bambang Sudibyo, menutup secara resmi rangkaian acara Festival Seni Pertunjukan Internasional 2006 yang telah dilangsungkan di PPPG Kesenian Yogyakarta. Pada sambutannya Dr. Sumarna Sura Pranata berpesan supaya di susun laporan acara festival secara lengkap, terstruktur dan ringkas ke menteri pendidikan nasional. Beliau juga menjelaskan bahwa dalam kebijakannya menteri pendidikan nasional memasukkan 'olah rasa' , penekanannya pada berbagai hal yang dekat dengan kesenian dan budaya Indonesia. Acara penutupan tersebut juga di isi sambutan dari Drs. Sardi selaku Kepala PPPG Kesenian Yogyakarta yang melaporkan berbagai hal terkait dengan pelaksanaan festival seni pertunjukan internasional 2006.
Dikirim oleh bowo pada Minggu, 19 November 2006 (283 kali dibaca)
Festival Pertunjukan: INTERACTIVE DAY DAN KOLABORASI PESERTA FESTIVAL SENI PERTUNJUKAN INTERNASIONAL
Interactive Day dilaksanakan pada tanggal 17 November 2006, pukul 09.00, di Intitut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Interactive day merupakan acara ajang kerja kolaboratif antar peserta festival untuk membuat karya seni bersama-sama dalam satu tempat dan waktu. Karya dapat berupa apa saja dan sangat tergantung dari latar budaya, imajinasi serta kreativitas antar peserta. Sebuah proses, penyatuan gagasan, dan pertalian kreatif ini sangat menarik untuk diikuti para peserta. Sore harinya bertempat di PPPG Kesenian Yogyakarta dilangsungkan juga acara penutupan festival seni pertunjukan internasional dengan menampilkan acara pentas seni kolaborasi antar pemain dalam festival, kelompok acapella dan ketoprak. Gambar diatas adalah salah satu adegan pertunjukan kolaborasi antar pemain festival, tampak di gambar adalah Vincent dari Amerika dan Susi dari Australia yang mengusung cerita bahwa seni tradisional di beberapa negara telah hampir punah dan di Indonesia ternyata seni tradisonal masih ada dan dilestarikan. Salah satu pesan yang diucapkan oleh Susi bahwa 'kesenian tradisional di tempatnya yaitu Australia telah banyak yang punah, dan dia mendapatkan seni tradisional murni di Indonesia masih ada dan dilestarikan'. Susi adalah salah satu 'voulenteer' dari Australia yang berada di PPPG Kesenian. Saat ini di PPPG Kesenian terdapat dua voulenteer seni pertunjukan dan grafis dari Australia yaitu Susi dan Sasa.
Dikirim oleh bowo pada Minggu, 19 November 2006 (345 kali dibaca)
Festival Pertunjukan: PENTAS SENI PELAJAR SMKN 8 SURAKARTA DAN SMKN 7 PADANG
Wayang kulit sebagai simbol seni tradisional budaya jawa dipentaskan oleh SMKN 8 Surakarta dengan tema Sang Senapati Agung. Dikisahkan bahwa korban perang semakin banyak di pihak Kurawa. Adipati Karna secara diam-diam memimpin pasukan obor akan menyerang kubu Pandawa. Meskipun perang pada malam hari tidak wajar dan tercela, namun Adipati Karna melakukan juga. Gathutkaca yang mendengar rencana jahat Adipati Karna yang dibantu 3 orang raksasa yang romannya menakutkan yaitu Lembana, Lembusa, dan Klana Srenggi, segera menyiapkan bala tentara untuk membendung pasukan obor Kurawa. Aji pecah raga Narantaka diterapkan, muncullah beribu-ribu Gathutkaca di langit. Meskipun Gathutkaca asli berlindung di balik awan tetapi arah senjata Adipati Karna tetap pada sasaran. Jasad Prabu Gathutkaca meluncur ke bumi yang terdiri dari logam tulang besi, kulit tembaga, urat kawat, kaki cangkul, tangan gunting, dhengkul paron, berikut dengan makutha topong dan badhong yang beribu-ribu kali beratnya, lalu gugur ke bawah menjatuhi kereta Adipati Karna sehingga hancur lebur rata dengan tanah.
Dikirim oleh bowo pada Minggu, 19 November 2006 (387 kali dibaca)
Festival Pertunjukan: PENTAS SENI TRADISIONAL OLEH 3 SMK DI FESTIVAL SENI PERTUNJUKAN INTERNASIONAL
Acara : Pentas Seni Pertunjukan Pelajar
Pelaksanaan : 16 November, pk.15.00
Smk 11 Medan menyajikan sebuah karya komposisi musik yang dinamis berdasar pada khasanah musik daerah Sumatera Utara. Lantunan musik yang merdu diiringi gerak tari yang sangat anggun ditampilkan oleh SMK 11 Medan. Seni tradisional yang kental dengan nuansa kedaerahan murni telah ditampilkan dengan sempurna oleh para pemain. Penampilan berikutnya berjudul 'Bukan Milikmu' dari Team SMK N 9 Surabaya mengusung satu filosofi ungkapan “… dimanapun tempatnya, jika itu hak milik pasti akan dikejar walaupun nyawa taruhannya. Kasih sayang merupakan landasan kokoh dalam pertalian dua insan manusia yang sedang memadu kasih, … cinta adalah segala-galanya”.
Dikirim oleh bowo pada Minggu, 19 November 2006 (620 kali dibaca)
Festival Pertunjukan: SEMINAR INTERNASIONAL 'ART CHILD - UNESCO'
| Agenda |
Seminar Internasional Art Child - UNESCO |
| Tema |
Seni Untuk Bumi |
| Acara |
16 November 2006 |
| Tempat |
Taman Budaya, Yogyakarta |
| Keynote Speaker |
Dr. Dwi Marianto, MFA |
Olah Rupa Anak Yang Mencerdaskan merupakan judul yang dipresentasikan oleh Dr. Dwi Marianto. Beliau mengungkapkan bahwa kesadaran dan kecerdasan anak dapat diumpamakan seperti aliran jernih yang berasal dari mata air yang segar dan alami. Namun sumber air yang alami tersebut dapat muncul dan bertahan apabila ada keberadaan pepohonan disekitarnya. Kesalinghubungan hal inilah yang sebenarnya akan diungkapkan oleh beliau. Seperti halnya mendidik anak, biarkan anak mengalir sesuai dengan natura dan kodratnya dengan sentuhan-sentuhan lingkungan yang tidak memaksakan. Dalam kreatifitas berkesenirupaan anak-anak harus dirangsang untuk lebih berani menceritakan kesenangannya dan memvisualisasikannya dalam kanvas ataupun media sejenis. Anak-anak tersebut harus bebas dan tidak perlu memakai teknik-teknik melukis dengan efek tertentu. Dan satu hal yang harus diingat bahwa pujian buat mereka itu diperlukan.
Dikirim oleh bowo pada Jumat, 17 November 2006 (687 kali dibaca)
Festival Pertunjukan: PENTAS SPEKTAKULER DARI TIGA NEGARA : di 'BENTENG VREDEBURG'
Dari luar gedung Vredeburg tampak tenang, memang terlihat beberapa orang yang berdatangan menuju gedung sayap kiri namun tidak terlalu ramai. Dan sungguh diluar dugaan, setelah hampir sampai gedung tempat pertunjukan ooo 'luar biasa' , penuh sesak, panas karena tak ada ac. Namun dengan setia ratusan penonton menikmati sajian tarian seorang seniman, walaupun harus dengan berdiri tanpa kursi. Setelah pementasan pertama selesai, semua penonton berpindah tempat sebelah dan langsung pada duduk, serta berdiri siap menikmati sajian berikutnya, dan tunggu tinggal tunggu ternyata pementasan selanjutnya di luar ruangan/di halaman utama dan gerrr... hampir semua ketawa karena merasa salah tempat dan sudah menunggu lama.
Dikirim oleh bowo pada Jumat, 17 November 2006 (242 kali dibaca)
Festival Pertunjukan: TOUR BREAK DAN PEMBERIAN BANTUAN
Drs. Rahayu Windarto selaku Kepala Seksi (Kasi) Program di PPPG Kesenian Yogyakarta memberikan sambutan dalam rangka pemberian bantuan di Taman Kanak (TK) Aisyiyah Bustanul Athfal, Blawong Trimulyo Jetis Bantul. Saat sampai di ujung jalan menuju TK tersebut, peserta tour break di suguhi sajian musik drum band yang dimainkan oleh anak-anak TK Aisyiyah Bustanul Athfal, walaupun masih anak kecil tetapi musiknya terasa pas di telinga, enak didengar dan serasa harmonis nadanya. TK tersebut merupakan salah satu dari sekian banyak sekolah yang runtuh karena gempa kemarin. Bantuan berupa perangkat sekolah ke anak didik tersebut sangat bermanfaat bagi mereka. TK Aisyiyah Bustanul Athfal tersebut memiliki siswa 150 orang yang terbagi menjadi lima kelas.
Dikirim oleh bowo pada Kamis, 16 November 2006 (172 kali dibaca)
Festival Pertunjukan: PEMENTASAN SENIMAN AMERIKA DAN SINGAPURA DI PPPG KESENIAN
Festival seni pertunjukan internasional tak terasa sudah menginjak hari yang ke 5, namun agenda acara tetap tidak menurun begitu juga dengan minat masyarakat tidak surut sedikitpun untuk menikmati suguhan pementasan seni dalam acara ini. Ruang auditorium terasa sempit karena banyaknya penonton. Kelompok seni yang akan ikut mengisi acara ini adalah group dari Vincent dan Sri Warisan Som Soid. Pertunjukan dari keduanya telah menghipnotis penonton.
Dikirim oleh bowo pada Kamis, 16 November 2006 (479 kali dibaca)
Festival Pertunjukan: KONFERENSI SENI INTERNASIONAL DI PPPG KESENIAN
Drs. Sardi selaku kepala PPPG Kesenian memimpin langsung jalannya konferensi seni internasional. Konferensi ini merupakan agenda dalam seni pertunjukan internasional, diharapkan dari konferensi ini akan menghasilkan formulasi-formulasi baru untuk revisi dan perbaikan dimasa mendatang. Pelaksanaan festival seni pertunjukan internasional berawal dari pemikiran Drs. Sardi tentang adanya kegamangan terhadap kondisi kesenian. Pada tahun 2004 beliau berkeinginan untuk merubah sesuatu yang intangible tersebut menjadi tangible. Dan perwujudan tersebut antara lain adalah dilaksanakannya festival seni pertunjukan internasional.
Dikirim oleh bowo pada Rabu, 15 November 2006 (210 kali dibaca)
|
|
|
 |
|